Memuji bagian wajah dan tubuh yang kurang disukainya
Menonton pertandingan basket Kobatama bareng dia (biarpun Anda nggak suka basket), atau menemaninya lewat telepon pukul dua pagi sambil menonton Liga Italia
Mengajaknya ke tempat-tempat yang belum pernah Anda berdua datangi sebelumnya
Menciumnya dengan penuh cinta. Biarpun awalnya dia tampak sedikit terganggu, tapi akhirnya pasti bakal wow.
Tidak membelenggu rasa ingin tahunya (selama rasa ingin tahunya ini masih wajar).
Memanjakannya dengan tulus dan penuh cinta.
Berdanda dan tampil sebaik mungkin untuknya.
Memperlihatkan padanya bahwa Anda pria yang tampan luar-dalam, soalnya Anda tahu cara merawat diri dengan baik.
Tidak cemburuan dan sedikit-sedikit curiga.
Menyewa CD, lalu menontonnya bareng si dia.
Mengatakan padanya bahwa dia mengingatkan Anda pada selebriti favorit Anda.
Mengusap perlahan kakinya dengan telapak kaki Anda saat Anda sedang makan berdua dengannya di restoran yang ramai.
Menelponnya di pagi hari pada saat Anda berada di luar kota dan mengatakan padanya kalau Anda kangen sekali padanya.
Tidak terlalu mengikat dirinya.
Tidak melecehkan kemampuan yang dibanggakannya. Misalnya, si dia merasa dirinya tahu benar soal mobil, tapi pada suatu hari mobilnya mogok dan dia tidak bisa membetulkannya. Kalau Anda mengejeknya hal bisa bikin dia merasa direndahkan.
Memakai baju Anda yang jadi favoritnya.
Mengirim SMS dengan kata-kata mesra. Tapi jangan sampai memperlihatkan kesan kalau Anda terlalu over acting dan haus perhatian!
Mengajaknya minum kopi di cafe dan berdiskusi tentang hal-hal yang diminatinya.
Sesekali kita dan si dia jalan bareng teman-temannya. Jadi, jangan pergi berdua melulu.
Mendukung rencana-rencana dan impiannya.
Mengatakan padanya bahwa Anda sangat bangga padanya.
Membersihkan wajahnya. Kalau perlu, beri dia facial.
Membuatkan minuman hangat saat dia berkunjung ke rumah Anda.
Menyeka keringatnya saat suasana udara panas.
Mengakui padanya bahwa Anda jatuh cinta pada pandangan pertama.
Memberi pijatan ringan di pundaknya saat dia kelihatan lelah.
Mendengarkan keluhan dan curhatan-nya soal pekerjaan dengan sikap penuh perhatian dan antusias (biarpun Anda bosan banget atau nggak mengerti tentang pekerjaannya).
Memberikan hadiah kecil atau kartu di saat-saat tak terduga. Tidak usah menunggu sampai dia ulang tahun.
Memasakkan makanan kesukaannya.
Menelpon untuk sekedar mengingatkan apa dia sudah makan atau belum.
Memilihkan baju saat belanja bareng.
Mengguntingkan kukunya.
Menemaninya potong rambut.
Mengajaknya bercanda. Hati riang membuat suasana jadi menyenangkan.
SAN FRANCISCO, KOMPAS.com — Empat puluh tahun silam, Leonard Kleinrock mengatakan tidak pernah membayangkan ”ledakan” Facebook, Twitter, atau YouTube. Saat itu, ia dan timnya baru ”melahirkan” apa yang kemudian disebut sebagai internet.
”Kami sangat terkejut dengan berbagai aplikasi yang muncul,” ujar Kleinrock. Dia dan rekan-rekannya dari University of California Los Angeles (UCLA) mempersiapkan perayaan ulang tahun ke-40 internet, Kamis (29/10).
”Internet sudah menjadi anak remaja sekarang. Dia sudah belajar sesuatu, tetapi masih harus terus belajar,” ujarnya di San Fransisco, Sabtu (24/10).
Pada 29 Oktober 1969, Kleinrock memimpin tim yang kemudian dapat membuat satu komputer ”berbicara” dengan yang lain di dalam bagian riset.
Kleinrock terdorong oleh keyakinan bahwa komputer dirancang untuk dapat berbicara satu sama lain sehingga menghasilkan jaringan yang sederhana, seperti penggunaan pesawat telepon.
Kunci dalam pertukaran data antara satu komputer dan komputer lainnya adalah dengan cara memecahkan kode digital dan menjadikannya sebagai paket- paket terpisah.
Dia telah menjabarkan visinya itu dalam disertasi masternya, bahkan menerbitkannya dalam sebuah buku. ”Akan tetapi, tidak ada yang peduli, khususnya AT&T,” ujar Kleinrock.
Didukung militer
AT&T merupakan perusahaan penyedia jasa sambungan telepon, baik lokal maupun interlokal terbesar di AS. ”Saya melakukan presentasi, tetapi mereka mengatakan bahwa ide itu tidak akan bisa diwujudkan. Bahkan, jika hal itu dapat terjadi, mereka tidak mau melakukan apa pun,” ujarnya.
Namun, AT&T menyediakan sebuah jalur yang menghubungkan komputer untuk ARPANET. Ini adalah sebuah proyek yang didukung militer AS.
Percobaan untuk menghubungkan ARPANET gagal pada awalnya. Tim Kleinrock mencoba mengirimkan data antar-komputer di ARPANET dan berhasil. Sebanyak dua komputer di dua universitas lain juga terhubung pada akhir tahun 1969. Inilah jejak awal dari internet yang semakin berkembang. (AP/joe)
“Jenius adalah 1 persen ide cemerlang dan 99 persen kerja keras”
Thomas Alva Edison, seorang penemu terbesar di dunia, menemukan sekitar 3000 penemuan dan 1.093 diantaranya telah dipatenkan. Edison dilahirkan pada tanggal 11 Februari 1847 di Milan, Ohio, Amerika Serikat dari pasangan suami-Istri Samuel Ogden seorang tukang kayu dan Nancy Elliot seorang guru. Keduanya merupakan keturunan Belanda. Pada usia 7 tahun, edison kecil pindah ke kota Port Huron, Michigan dan bersekolah di Port Huron. Namun tidak lama, 3 bulan kemudian ia dikeluarkan dari Sekolah karena menurut gurunya “Dia terlalu bodoh” sehingga tidak mampu menerima pelajaran apa pun, dia pun sering dipanggil idiot oleh gurunya.
Sang ibu, Nancy Elliot memutuskan untuk berhenti sebagai guru dan kemudian berkonsentrasi mengajari Edison baca tulis dan hitung menghitung.
Quote:
“My mother was the making of me. She was so true, so sure of me; and I felt I had something to live for, someone I must not disappoint.”
Begitulah perkataan Edison kecil yang menunjukkan motivasi dalam diri Edison yang cukup kuat dalam belajar. Setelah dia bisa membaca, Edison jadi gemar membaca, ia membaca apa saja yang dapat dijumpainya ia membaca ensiklopedia, Sejarah Inggris, Kamus IPA karangan Ure, Principia karangan Newton dan juga Ilmu Kimia karangan Richard G. Parker. kegemarannya yang menonjol adalah membaca berpikir dan berkeksperimen.
Pada umur 12 Tahun Edison menjadi penjual koran, permen, kacang dan kue di kereta api, sama seperti penjual asongan yang sering kita temui di kereta api ekonomi di Indonesia. Keuntungan dari berdagang itu sebagiannya dia berikan kepada orang tuanya dan sebagiannya dia simpan sebagai modal. Di dalam kereta api, ia menerbitkan koran Weekly Herald sembari mengadakan eksperimen di salah satu gerbong kereta api, setelah sebelumnya meinta ijin perusahaan kereta api “Grand Trunk Railway”.
Pada suatu malam Edison tidak sengaja menumpahkan sebuah cairan kimia sehingga menyebabkan sebuah gerbong hampir terbakar. Karena kasus ini Edison ditampat kondektur hingga pendengarannya rusak, kemudian dia dilarang bekerja di kereta api. Namun Edison tidak menganggap pendengarannya yang rusak sebagai cacat, namun justru dia menganggapnya secara positif sebagai sebuah keuntungan sehingga ia memiliki lebih banyak waktu untuk berfikir daripada mendengarkan omongan – omongan kosong.
Pada usia 15 tahun Edison remaja menyelamatkan nyawa anak kepala stasiun yang hampir tergilas gerbong kereta api. Karena merasa berhutang jasa, sang kepala stasiun tersebut akhirnya mengajarkan cara pengiriman telegram, Edison hanya memerlukan waktu 3 bulan untuk menguasai pelajaran gratis tersebut. Sesudah itu, ia mendapat pekerjaan sebagai operator telegraf.
Penemuan pertama yang dia patenkan adalah electric vote recorder, namun karena tidak laku, Edison akhirnya beralih ke penemuan yang lebih komersial. Edison kemudian menemukan stock ticker atau mesin telegraf. Peralatan itu dijualnya dan laku 40.000 dollar Amerika serikat (Sekitar 390 juta rupiah). Edison hampir – hampir pingsan melihat uang sebanyak itu. Uang ini dipakai Edison untuk mendirikan pabrik di Newark dan merekrut 300 orang pekerja sekaligus, disini ia mengembangkan telegraf sehingga mampu mengirimkan 4 berita sekaligus.
Pada umur 29 tahun, Edison mendirikan laboratorium riset untuk industri di Menlo Park, New Jersey. dan dalam 13 bulan ia menemukan 400 macam penemuan yang kemudian mengubah pola hidup sebagian besar orang-orang di dunia.
Tahun 1877 ia berkonsentrasi pada lampu pijar. Edison sadar bahwa betapa pentingnya sumber cahaya ini bagi manusia. Dia menghabiskan 40.000 dollar dalam kurun waktu dua tahun untuk eksperimen lampu pijar. Yang menjadi masalah adalah menemukan bahan yg bisa berpijar ketika dialiri arus listriknamun tidak terbakar. Total ada sekitar 6000 bahan yang dicobanya. Melalui usaha keras Edison, akhirnya pada tanggal 21 Oktober 1879 lahirlah lampu pijar listrik pertama yang mampu menyala selama 40 jam. Tahun 1882, untuk pertama kalinya dalam sejarah lampu-lampu listrik di pasang di jalan-jalan dan di rumah rumah
Sungguh patut direnungkan ketika saat keberhasilan dicapainya, dia sempat ditanya: Apa kunci kesuksesannya. Thomas Alfa Edison menjawab:
Quote:
“Saya sukses, karena saya telah kehabisan apa ya yang disebut dengan kegagalan”
Ketika dia telah banyak sekali mengalami kegagalan yang berulang-ulang. Bahkan saat dia ditanya apakah dia tidak bosan dengan kegagalannya, Thomas Alfa Edison menjawab:
Quote:
“Dengan Kegagalan Tersebut, Saya malah mengetahui ribuan cara agar lampu tidak menyala”
This Amazing!!, Edison memandang sebuah kegagalan sebagai sebuah hal yang sangat positif. Kegagalan bukan kekalahan tapi sebagai sebuah keuntungan. Cara memandang yang positif ini membuat Edison mampu meyakinkan orang lain untuk tetap mendanai proyeknya meskipun gagal berulang – ulang kali. Mungkin prinsip Edison inilah yang patut kita terapkan dalam kehidupan kita sehari. Bahwa sebenarnya kita tidak pernah mengalami kerugian, dan sesungguhnya kerugian itu bermula dari sikap dan cara pandang kita sendiri yang negatif.
Edison telah banyak menghasilkan berbagai penemuan yang sangat berharga bagi perkembangan umat manusia. Telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak adalah beberapa dari penemuan Edison.
Melewati tahun 1920-an kondisi kesehatannya kian memburuk dan Edison meninggal dunia tanggal 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun.
Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila anda sedang takut, jangan terlalu takut. Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil
Anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai. Dan seringkali anda menghindari orang yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah Anda akan mengenal sudut pandang yang baru Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan
Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang di idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan
Jangan menolak perubahan hanya karena anda takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengannya anda merendahkan nilai yang bisa anda capai melalui perubahan itu
Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila cara-cara anda baru
Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan. Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong bila sikap anda salah
Orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda yang tidak pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi pada keamanan, telah menua sejak muda
Hanya orang takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan punya kesempatan untuk bersikap berani
Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian anda dapat
Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk mendapatkan santan
Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang yang berbakat
Kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. Karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa depan yang akan mereka capai
Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan
Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda capai.
Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.
Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa mengupayakan pelayanan yang terbaik. Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang baik, maka andalah yang akan dicari uang
Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri
Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi orang tua yang masih melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan saat muda.
Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan
Hidup Seimbang, Apa dan Bagaimana Mencapainya ?
Hari Kartini mempunyai arti yang berbeda bagi masing-masing orang. Ada yang merayakannya dengan berkebaya, ada juga yang menyelenggarakan berbagai seminar di hari Kartini ini. Bagi saya, hari Kartini adalah hari dimana berbagai media minta waktu untuk wawancara, dan berbagai pihak minta saya bicara di acara mereka. Semuanya tentu saya sambut dengan senang hati. Berbagi pengalaman, suka dan duka wanita karir saya anggap sebagai kewajiban. Saya ingin sebanyak mungkin perempuan bisa menggunakan dan mengembangkan bakat-bakat yang dimilikinya untuk kebaikan dirinya, keluarganya dan masyarakat luas.
Di berbagai wawancara dan seminar, pertanyaan yang sering kali di ajukan pada saya adalah :” Dengan berbagai peran yang kini dilakoni, bagaimana caranya membagi waktu dan bagaimana memperoleh kehidupan yang seimbang?” Saya berpendapat, bekerja dan berkarya bagaikan lari maraton, dimana kita harus pandai-pandai mengatur stamina agar bisa sampai ke tempat tujuan, memenangkan persaingan, tanpa kehabisan tenaga. Agar bahagia, tidak mudah lelah, stress, cepat tua dan banyak penyakit, kita memang perlu mengatur agar hidup kita seimbang. Demikian pula agar kita tidak sibuk berkarir tapi menelantarkan keluarga, kita perlu mengatur agar hidup kita seimbang.
Orang yang memiliki kehidupan yang seimbang biasanya adalah mereka yang sadar akan berbagai kegiatan yang membutuhkan waktu dan energi, lalu punya kemampuan untuk membuat pilihan-pilihan didalam mengalokasikan waktu dan energinya. Di dalam menentukan pilihan, mereka tau nilai-nilai yang di anggapnya penting dan menggunakan nilai-nilai tersebut sebagai dasar di dalam menentukan pilihan alokasi waktu dan energi.
Komponen kegiatan yang biasanya hadir dalam hidup kita meliputi : pekerjaan, kehidupan keluarga, kegiatan perawatan diri seperti olah raga, kegiatan sosial, pertemanan, keagamaan, hobby dan tak kalah penting adalah kegiatan perencanaan/persiapan masa depan seperti pendidikan dan pelatihan.
Setiap orang mempunyai nilai-nilai dan situasi yang berbeda, karenanya masing-masing orang mengalokasi waktu yang berbeda bagi komponen kegiatan-kegiatan ini. Tidak ada jawaban yang benar dan salah tentang alokasi waktu ini. Meskipun demikian, kenalilah gejala hidup yang tidak seimbang. Ada tiga gejala awal “hidup tidak seimbang” :
Kita lelah, depresi, gelisah dan tegang. Kinerja pekerjaan tidak sebaik biasanya. Hubungan pribadi kita, misalnya dengan keluarga atau teman-teman menjadi buruk.
Jangan biarkan hal seperti ini berlanjut. Kita perlu melakukan langkah-langkah untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Saya sering melihat banyak orang tidak melakukan perubahan dalam hidupnya kecuali ketika sudah sangat terpaksa. Keadaan “terpaksa” ini misalnya sakit keras, keluarga yang berantakan, kehilangan pekerjaan dll. Jangan menunggu terlalu lama. Perubahan itu perlu dilakukan sekarang. Beberapa langkah utama untuk membangun kehidupan yang seimbang adalah :
Kenali nilai-nilai terpenting dalam hidup kita. Setiap saat dalam hidup, kita perlu menentukan pilihan. Mengenali nilai-nilai terpenting dalam hidup kita akan membantu menentukan pilihan-pilihan. Kita mengatakan ya harusnya hanya pada perusahaan, mitra, inisiatif, proyek, tugas, komitmen dan peluang yang sejalan dengan nilai-nilai terpenting dalam hidup kita.
Nilai-nilai ini mencakup seberapa penting nya prestasi pekerjaan dalam hidup kita, peran dan tanggung jawab kita dalam keluarga, peran dan tanggung jawab kita dalam masyarakat serta nilai-nilai yang kita anut dalam hubungan kita dengan Tuhan kita. Kita perlu jujur pada diri kita sendiri tentang nilai-nilai ini karena pada kenyataannya, pilihan-pilihan yang ada sering kali mengandung konsekuensi. Bagaimana bila bilang “tidak” berarti mengurangi pendapatan untuk pendidikan anak-anak kelak ? Bagaimana bila kata “tidak” berarti kehilangan kesempatan promosi ?
Luangkan waktu untuk memikirkan dan mengenali nilai-nilai terpenting dalam hidup kita. Karena nilai-nilai inilah yang nantinya akan menjadi dasar bagi kita untuk menentukan jenis-jenis kegiatan yang akan kita lakukan dan waktu dan energi yang akan kita alokasikan untuk itu,
Buatlah tujuan dan harapan yang sesuai Setelah menentukan nilai-nilai terpenting dalam hidup kita, langkah selanjutnya adalah membuat tujuan dan harapan-harapan yang sesuai dengan nilai-nilai kita. Tujuan dan harapan yang sejalan dengan nilai-nilai terpenting dalam hidup kita akan membuat kita merasa damai. Dan betapa pun sulitnya tantangan-tantangan yang kita hadapi, kita akan bisa menghadapinya dengan kepala tegak.
Bila berprestasi dalam pekerjaan adalah suatu hal yang sangat penting dalam hidup kita, maka tentunya kita harus realistik di dalam menentukan bagaimana peran dalam keluarga akan dilakukan. Bersiaplah untuk menentukan hal-hal mana yang akan kita lakukan sendiri dan hal-hal mana yang akan kita delegasikan. Siapkan untuk melibatkan dan meminta bantuan pihak-pihak lain untuk membantu tugas-tugas dalam keluarga.
Kita tidak bisa hidup seimbang bila kita ingin menjadi semua bagi semua orang. Hidup seimbang menuntut kita memilih hal-hal yang kita anggap penting dan karenanya kita alokasikan waktu dan energi. Hidup yang seimbang juga menuntut kita untuk bisa mengatakan tidak pada hal-hal yang kurang kita anggap penting atau bisa didelegasikan pada orang lain.
Ketahui hal-hal yang menghambat tercapainya tujuan kita Perjalanan hidup tidak selalu berjalan mulus. Selalu saja ada kerikil di sana-sini. Keberhasilan kita akan sangat ditentukan oleh kemampuan kita mengetahui penyebab masalah-masalah yang kita hadapi dan mengatasinya.
Bagi kita yang bekerja, porsi waktu melek yang kita pakai untuk bekerja cukup besar, karenanya pastikan kita menyukai pekerjaan kita. Kita perlu membuat pekerjaan kita berarti. Mempunyai misi dan tujuan, menghasilkan karya nyata, memecahkan tantangan-tantangan, bisa membuat pekerjaan kita lebih memuaskan. Menghadiri seminar atau kegiatan-kegiatan yang menambah wawasan dan ilmu pun bisa membuat kepuasan kerja meningkat. Bila kita tidak menyukai pekerjaan kita saat ini, carilah penyebabnya, lalu usahakan agar akar masalahnya bisa di pecahkan. Kepuasan dalam pekerjaan memberikan pengaruh yang besar pada kehidupan yang seimbang dan bahagia.
Tentukan prioritas dan atur penggunaan waktu Tuhan maha adil, setiap orang mempunyai jatah waktu yang sama , yaitu 24 jam sehari. Keberhasilan kita sangat ditentukan oleh bagaimana kita menggunakan waktu kita itu. Banyak orang mengeluh bahwa mereka sudah bekerja sangat keras, sampai-sampai tidak punya waktu untuk keluarga, namun demikian hasil yang diperolehnya tidak seberapa.
Bila dipelajari lebih dalam, ternyata salah satu penyebabnya adalah, mereka langsung tenggelam dalam pekerjaan tanpa menentukan prioritas terlebih dahulu. Dengan cara seperti ini, bisa jadi waktu diluangkan untuk melakukan hal-hal yang tidak penting dan berarti.
Sebelum tenggelam dalam pekerjaan, tentukan hal-hal yang penting yang tidak bisa di delegasikan. Tentukan juga hal-hal yang penting tapi bisa di delegasikan. Lalu tandai hal-hal yang tidak penting. Yang perlu kita lakukan sendiri adalah hal-hal yang penting dan tidak bisa di delegasikan. Yang bisa di delegasikan, delegasikan dengan benar. Jangan buang waktu untuk melakukan hal-hal yang tidak penting. Cara seperti ini perlu kita lakukan baik dalam pekerjaan, maupun untuk kegiatan-kegiatan lain di luar pekerjaan. Dengan cara ini, penggunaan waktu kita akan sesuai dengan prioritas dan bisa diharapkan hasilnya pun akan memuaskan kita.
Jarang kita bisa mencapai suatu keseimbangan hidup yang sempurna, tapi cukup sering kita bisa menemukan keseimbangan yang bisa membuat hidup kita bahagia. Selamat membangun hidup yang seimbang.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. 2. Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.
3. Hidup Hemat
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.
4. Loyalitas
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.
5. Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.
6. Pantang Menyerah
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini 7. Budaya Baca
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.
8. Kerjasama Kelompok
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”. 9. Mandiri
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.
10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.
Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.
Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.
Belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna
Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan.
Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan.
Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adaah kesempatan.
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.
Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan.
Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.
Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan.
Berbicara tentang pasangan jiwa, Ada suatu kutipan dari film yang mungkin sangat tepat :
"Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil"
Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu.
Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak...
Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan.
Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai
TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna
Pola pikir yang salah tentang bekerja setelah lulus kuliah...
iseng2 nih gan..
sebenernya masalah ini udah sering kita dengar... yaitu tentang pemikiran pemilihan keputusan antara kuliah atau kerja...
faktanya,, banyak orang tua menyuruh anaknya untuk selesaikan akademik dulu, baru kerja. dengan doktrin tersebut si anak akhirnya berusaha secepat mungkin lulus untuk selanjutnya bekerja. kalo ditanya, Bagaimana cara kamu balas budi ke orangtua??
jawabannya : yah saya mau lulus kuliah dulu,,terus kerja,,lalu sebagian disisihin buat buka usaha.
pada kenyataannya...hal itu nihil.
knp?? kita coba itung2an yah.... diasumsikan seseorang itu kelahiran tahun 1987 ( sebut saja si "A") mengambil kuliah ekonomi jurusan management strata 1 (S1) dengan masa kuliah standard "pemalas" 5 thn.
Biaya yg dikeluarkan orangtua sampai si anak bisa "S1" kurang lebih sbb :
1.biaya TK sampai lulus SD : diasumsikan lama studi 9 tahun (108 bulan) setiap bulan orgtua mengeluarkan uang transport/iuran sekolah/uang jajan dll RP.500.000 RP.500.000 x 108 bulan :RP.54.000.000,-
2.masuk SMP-lulus SMA lama studi 6 tahun (72bulan) setiap bulan ortgtua mengeluarkan uang transport/iuran sekolah/uang jajan dll RP.1.000.000 RP.1.000.000 x 72 bulan : RP.72.000.000,-
3.Awal kuliah uang masuk kuliah perguruan tinggi swasta : RP.10.000.000 lama kuliah 10 semester/5thn/60 bulan (biaya persemester RP.5.000.000) Total biaya kuliah RP.60.000.000
uang saku/transport/biaya lain2 RP.30.000/hari x 20hari/bulan : RP.600.000/bulan x 60bulan waktu kuliah :RP.36.000.000
estimasi total pengeluaran semasa kuliah RP.96.000.000
TOTAL semua pengeluaran orangtua sampai si "A" punya gelar S1 :
TOTAL RP.222.000.000,- minimal.(karena disini saya menghitung biaya terendah dan seadanya menurut saya.)
permasalahannya si A hendak membalas budi orgtua dengan cara bekerja setelah lulus kuliah.
diasumsikan si A lulus dengan umur 23tahun dan berencana berkarir untuk membalas budi orangtua selama 5 tahun, dengan penghasilan berbeda misalkan tahun pertama ia kerja mendapat gaji 2juta/bulan dan akan meningkat itupun kalo karirnya bagus sampai 8jt/bulan ditahun kelima ia bekerja. biar gampangnya kita pukul rata, si A akan bekerja 5 tahun (60bulan) dengan penghasilan /bulan 5 juta total ditahun kelima ia akan mendapatkan RP.300.000.000,-
wah udah bisa bales budi ke orgtua donk???[orgtua memang tdk meminta itu,,tapi hendaknya kita bisa lebih menghargai perjuangan mereka] tapi jangan lupa..pengeluaran bulanan belum dihitung. sekarang mari kita itung2 lagi.
diasumsikan si "A" adalah pribadi yg mandiri.walaupun orgtuanya masih mampu dia hendak 100 % mandiri. olehkarena itu dia ingin tidak membawa harta orgtuanya sepeserpun.
ia berniat punya motor sendiri dengan mengangsur 3 tahun dan membayar hidupnya sendiri dari hasil pendapatannya.
pengeluaran si A DP motor RP.1.000.000
pengeluran bulanan 3 tahun pertama cicilan motor RP.500.000 biaya makan 20hari x 15.000/hari : RP.300.000 bensin 20hari x 10.000 : RP.200.000 pulsa 200.000/bulan biaya entertainment (nongkrong/jalan/dsb) RP.100.000/minggu x 4 : RP.400.000/bulan. total RP.1.600.000
pendapatan RP.5.000.000 dipotong RP.1.600.000 sisa RP.3.400.000 dikali 36bulan(3tahun awal dia bekerja) :RP.122.400.000,-
dengan uang tabungan RP.122.400.000,- ia sudah punya motor sendiri dan berencana kredit rumah dan mobil.
lalu ia DP rumah RP.20.000.000 +DP mobil RP.20.000.000 sisa RP.82.400.000
lalu ditahun ke 3 sampai ke 5 pengeluarannya sbb : cicilan rumah RP.2.000.000 cicilan mobil RP.1.000.000 biaya makan 20hari x 15.000/hari : RP.300.000 bensin 20hari x 50.000 : RP.1.000.000 pulsa 200.000/bulan biaya entertainment (nongkrong/jalan/dsb) RP.100.000/minggu x 4 : RP.400.000/bulan.
total pengeluaran RP.4.900.000
pendapatan RP.5.000.000 dipotong RP.4.900.000 sisa RP.100.000 x 24bulan(tahun ke 3 sampai ke 5 ia bekerja) :RP.2.400.000 (uang yang dimiliki)
ditambah tabungan yg tadi sisa RP.82.400.000 total ia mengantongi uang RP.84.800.000
lalu ia berencana menikah..manghabiskan minimal RP.20.000.000 sisa RP. 64.800.000
biaya hidup setelah menikah 2x lipat pengeluaran untuk makan jadi RP.600.000 biaya pulsa jadi RP.400.000 biaya entertainment jadi RP.800.000
jangan lupa... rumah yg tadi dicicil masih kosong... maksudnya ??? belum ada TV,,,mesin cuci,,,sofa,,,tempat tidur,,perabotan rumah tangga,,alat makan dsb.yg akan memakan puluhan juta
juga belum dihitung pengeluaran bulanan untuk listrik,air,dll biaya itu akan meningkat ketika punya anak.
intinya... jika kita menjalani hidup normal dengan berpikiran bekerja setelah lulus kuliah, kita tdk akan bisa membalas budi orgtua kita. krn yg telah ia keluarkan RP.222.000.000,- minimal. dan yg kita hasilkan RP.64.800.000 belum ditambah pengeluaran utk isi rumah kita seperti TV,,kasur,,meja makan dll yg tentunya akan memakan puluhan juta. bisa-bisa minus kalo kita orgnya boros gan.
ane jadi semangat membaca dan menonton riwayat hidup tentang dia gan.. tau gak gan..
ini merupakan sebagian kisah hidupnya yang ane ambil di blog nya...
Sebuah Titik Penting Hidupku: Dua lembar Kertas Usang dan 100 Mimpi Dec 27, '07 9:33 AM for everyone
Masih teringat jelas bagaimana aku menuliskan kalimat-kalimat itu pada dua lembar kertas buram setelah tiba di kamar asrama Tingkat Persiapan Bersama di IPB sore itu. Baru saja DKM Al Hurriyah usai menyelenggarakan acara Achievement Motivation Trainer (AMT) dengan menghadirkan seorang pembicara yang sangat luar biasa, Ustadz Aris Ahmad Jaya. Sosok yang di kemudian hari banyak menginspirasiku mencapai hal-hal menakjubkan yang semula hanya terlintas di mimpi belaka.
Untuk kesekian kalinya aku dibuat begitu takjub dengan penampilan dan materi motivasi yang diberikannya.
“Banyak orang yang memiliki mimpi, namun mimpinya itu akhirnya tetap menjadi impian dan khayalan belaka. Alasannya adalah karena mereka menuliskan mimpi-mimpi mereka di dalam ingatan saja. Padahal ingatan manusia itu terbatas. Akibatnya kebanyakan dari mereka itu lupa dengan mimpinya. Dan ketika ingat kembali, waktu mereka telah habis. Dan hanya penyesalan yang dirasa.”
Demikian kurang lebih kata-kata yang beliau sampaikan sebagai pembuka materi beriringan dengan tampilan slide di layar dan backsound yang sangat menawan. Kemudian dengan setengah menghentak beliau berteriak!
“Ubah! Ubah cara pandang anda! Ubah bagaimana anda menuliskan mimpi-mimpi anda. Jangan tulis dalam ingatan anda yang terbatas, karena hal itu ibarat anda menulis di atas pasir. Ketika angin bertiup, hilanglah tulisan itu. Tuliskan secara nyata. Di atas kertas. Tuliskan mimpi-mimpi anda di atasnya. Tempatkan dimana anda akan sering melihatnya. Jika anda ragu... tulis saja 100 target yang ingin anda capai selama di IPB!”
Alunan backsound dari speaker yang memainkan musik instrumental gubahan komponis terkenal Jepang, Kitaro berjudul Koi itu seolah turut menyihir kata-kata yang beliau ucapkan hingga mampu merasuk ke dalam dada setiap peserta yang hadir. Masing-masing peserta seolah tersihir oleh suasana. Semuanya khusyuk mendengarkan kata demi kata dari Sang Trainer, termasuk diriku yang dengan serius mencatat kata-kata tersebut dalam buku catatan.
“...dan nanti anda akan lihat. Bagaimana luar biasanya Allah mewujudkan setiap mimpi-mimpi itu, jauh lebih luar biasa daripada yang bisa anda bayangkan... tuliskan segera, dan suatu hari yang akan anda lihat dari tulisan anda itu hanyalah coretan-coretan. Coretan karena anda telah mencapainya...”
Dan itulah yang aku lakukan. Di atas dua lembar kertas buram itulah aku menuliskannya. 100 target. Target-target sederhana hingga impian-impianku, tanpa banyak berpikir rumit, aku benar-benar menuliskan apa yang terlintas di pikiranku saat itu, seperti yang Ustadz Aris katakan waktu itu. Dan jadilah, 100 target itu. Aku tempel di pintu lemari bajuku hingga setiap saat aku bisa melihatnya. Ada kepuasan tersendiri ketika melihatnya. Namun tak sedikit juga yang berkomentar setiap kali melihat target-target yang tertulis di sana.
”Buat apa Nang kamu nulis repot-repot begitu”. “Sombong banget sih lo...” atau bahkan dengan nada meremehkan “Udah Nang, ini mah bukan lagi zamannya untuk bermimpi. Realistis sedikitlah”
Setelah begitu banyak komentar, akhirnya aku melepas dua lembar kertas itu dan memindahkannya di atas tempat tidurku hingga setiap akan tidur atau bangun pagi aku bisa melihatnya. Setidaknya komentar-komentar itu tak lagi terdengar setelah itu.
Aku baru benar-benar menyadari bahwa dua lembar kertas itu kini sudah begitu usangnya... usang oleh berbagai macam coretan-coretan di atasnya, dan usang oleh keringat di tanganku setiap kali memegangnya. Tapi yang pasti... kini setiap aku melihatnya kembali yang bisa aku katakan adalah: “Subhanallah...Luar biasa...”
Apa yang aku tuliskan di atas dua lembar kertas itu, yang dahulu begitu banyak orang yang mencemooh dan meremehkannya... kini... satu persatu tanpa aku sadari benar-benar terwujud. Dan benar... seberapapun luar biasanya rencana dan kalimat yang kutuliskan di atasnya... rencana Allah jauh lebih luar biasa, persis seperti yang dikatakan Ustadz Aris waktu itu.
Mahasiswa Berprestasi.. Meski awalnya hanya aku tuliskan setelah mendengar cerita Mas Anuraga Jayanegara, dan terinspirasi dari majalah-majalah mahasiswa.Ternyata... tak aku sangka aku akan bisa mencapainya, bahkan hingga tingkat nasional dan menjadi yang terbaik dari yang terbaik. Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang begitu bergengsi dan MTQ Mahasiswa Nasional... tak aku sangka aku bisa ke sana dengan cara-cara luar biasa dan tak terkira, padahal mulanya semua itu terinspirasi dari penuturan penuturan kakak tingkat atau teman-teman di kampus.
Setiap kali mengingat semua itu, sepenggal lirik Nasyid dari Justice Voice yang terinspirasi dari surat Ar Rahman terdengar begitu nyaring di kepalaku ”...Nikmat yang manakah lagi yang akan kau dustai, setelah begitu banyak nikmat yang Ia beri...”
Dan kini ketika menatap dua lembar kertas usang yang hampir tercerai berai itu... delapanpuluhtiga. Ya... target nomor 83 bertuliskan “Aku ingin melanjutkan sekolah keluar negeri setelah tamat IPB!”
Tapi tahukah apa yang terjadi?...semuanya seolah terulang kembali... seberapapun luar biasanya rencana yang kita buat... rencana Allah jauh lebih luar biasa...
***
Burung besi kebanggaan bangsa itu akhirnya mendarat di Narita International Airport. Sambil menunggu pilot selesai memarkirkan Sang Garuda, negeri para Samurai dulu itu terlihat begitu dingin dari jendela pesawat yang basah oleh air hujan. Mungkin musim gugur telah hadir di bulan ini seperti yang aku baca di internet sebelumnya.
Dikejauhan perlahan tampak tulisan berwarna merah menyala. Yokoso Japan. Yang di kemudian hari aku ketahui artinya sebagai: “Selamat Datang di Jepang”. Kututup buku catatan dan dua lembar kertas usang bertuliskan 100 targetku dengan coretan-coretannya itu... air mata ini menetes dengan perihnya dan panasnya mata. “Nikmat yang manakah lagi yang akan kau dustasi?” Nang... hanya tarikan nafas panjang yang bisa aku lakukan...
Seolah suara merdu Celine Dion dalam video motivasi tentang para peserta paralympic, olimpiade bagi orang-orang yang cacat namun mampu mengukir sejarah itu, yang diputar Ustadz Aris 2 tahun lalu itu terdengar kembali... Realize the Power of The Dreams... ternyata Allah membukakan jalan bagiku ke Jepang... sebelum tamat dari IPB...
Dan dimulailah jejak-jejak ini... dibuat....
Pembuat Jejak
ini sebagian impian2nya gan
A Trip To The Sea... Pulau Pari
pergi ke new zewland
dan yang ane kagum gan.. dia bisa ke Jepang hingga akhirnya impian2 nya itu dapat terwujud semua..
Jika visi anda tetap, hidup anda akan berubah. Namun bila visi anda berubah-ubah, hidup anda akan tetap!
Dalam mengarungi hidup ini, apakah anda punya visi? Apakah anda menuliskannya? Apakah anda sering melihat (atau membacanya)? Seberapa kuat visi anda? Apakah anda sering “memberi makan” visi anda? Atau jangan-jangan anda hanya merasa sudah punya visi, padahal samar-samar saja? Sehingga tanpa disadari visi anda sering “berubah-ubah”?
Salah satu “faktor pembeda” orang-orang sukses dengan mereka yang tidak sukses adalah visi. Mereka yang sukses biasanya punya visi, artinya ia punya kemampuan melihat jauh ke depan. Bukan dalam arti secara gaib ataupun ramalan, namun memang bersifat imaginatif. Seorang penulis George Barna mengatakan,”Visi adalah gambaran didalam mata bathin anda mengenai bagaimana nantinya suatu hal akan atau bakal terjadi.”
Mereka yang sudah punya visi merasa dunia ini seakan-akan terbuka lebar di hadapan mata batinnya. Visi itu membuat ia begitu bergairah memperjuangkan apa yang “dilihatnya”. Ia mampu melihat makna tersirat di balik yang ada, yang boleh jadi tak terlihat oleh orang lain. Inilah yang disebut kemampuan melihat suatu peluang.
Contohnya Walt Disney. Ia memiliki visi yang luar biasa. Ia mampu mewujudkan suatu tempat dengan bantuan daya khayalannya. Ia mengkhayalkan adanya suatu tempat dimana anak-anak serta keluarganya bisa bergembira bersama memasuki dunia yang sama sekali baru bagi mereka. Di dalam dunia baru itu, mereka bisa menyaksikan secara nyata tempat-tempat dan tokoh-tokoh yang sebelumnya hanya mereka kenal melalui dongeng saja. Visi yang luar biasa ini sekarang sudah menjadi kenyataan. Diawali dengan Disneyland di California, Amerika Serikat. Lalu disneyland-disneyland baru bermunculan, seperti Disneyland di Orlando, Disneyland di Jepang dan di Perancis.
Sebaliknya dengan orang-orang yang tidak punya visi, ia hanya melihat apa yang ada di depan matanya saja dan apa-apa yang bisa diraih secara mudah saja. Selain itu mereka juga sering membayangkan hal-hal negatif tentang masa depan mereka. Dunia ini terasa begitu ‘sempit’ dan sering mengeluhkan nasib buruknya. Bahkan tak jarang mempertanyakan keadilan Tuhannya.
Lha, ini nggak ada kaitan sama sekali dengan jabatan, gelar, pangkat, atau turunan. Keadaan ini bisa dialami siapa saja, kalangan manapun juga. Mulai dari para supir truk, petani sampai para bankir, bahkan profesor sekalipun. Jadi kayaknya orang yang paling pantas dikasihani sebenarnya bukanlah orang yang miskin keuangannya, seperti anggapan kebanyakan orang, melainkan justru orang-orang tidak punya visi sama sekali dalam hidup ataupun dalam pekerjaannya.
Punya visi itu penting. Visi akan memberitahu kita apa yang BISA menjadi milik kita, sehingga kita tergerak melakukan sesuatu. Kita akan berusaha keras mewujudkannya. Visi membuat kita tak mudah menyerah. Visi membangunkan kembali semangat kita tatkala kita jatuh. Visi memberi kita keuntungan besar dan membuka lebar pintu peluang. Visi juga akan meningkatkan kemampuan seseorang. Makin luas visinya, makin besar pula potensi yang berkembang di dalam dirinya.
John C. Maxwell mengatakan, visi akan membuat semua pekerjaan kita terasa jadi lebih menyenangkan. Tak ada yang lebih membahagiakan selain perasaan berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan setelah bekerja keras. Puas sekali tentunya! Lebih-lebih lagi bila keberhasilan-keberhasilan kecil itu merupakan jalan untuk meraih tujuan yang lebih besar lagi. Tiap tugas yang kita lakukan akan terlihat seperti tiang-tiang yang akan menyangga “proyek” besar kita.
Bila kita menganggap bahwa hasil pekerjaan itu adalah perolehan yang kita dapatkan melalui visi kita, setiap pekerjaan akan memiliki nilai tinggi bagi kita. Bahkan hasil pekerjaan yang paling sederhana sekalipun akan bisa memberikan kepuasan, sebab dari sana sudah terlihat pekerjaan besar yang akan dicapai selanjutnya.
Ini seperti kisah seseorang yang sedang berbincang-bincang dengan dengan tiga tukang batu tatkala mereka sedang membangun sebuah gedung pencakar langit.
Orang ini bertanya pada tukang batu pertama, “Apa yang sedang anda kerjakan?” tukang batu itu menjawab, “Saya sedang mencari nafkah.”
Ketika ia menanyakan pertanyaan yang sama pada tukang batu kedua, jawabnya: “Saya sedang menyusun batu bata untuk membuat tembok.”
Namun saat ia bertanya pada tukang batu ketiga, ia menjawab dengan bersemangat, “Saya sedang membangun sebuah gedung paling hebat yang belum pernah ada sampai saat ini.”
Ketiga tukang batu tadi sedang melakukan pekerjaan yang sama. Namun dalam hal ini hanya tukang batu ketigalah yang didorong oleh suatu visi. Ia melihat suatu gambaran besar, yang pasti akan menambah nilai pekerjaannya. Pertanyaannya, sekali lagi, apakah anda SUDAH punya visi? Kalau belum, mengapa? Apa yang menghalangi anda untuk segera menyusun visi Anda?
Pengalaman masa lalu
Menurut Jim Dornan & John C. Maxwell dalam bukunya “Strategi Menuju Sukses”, memiliki visi tidak dipengaruhi oleh faktor keturunan. Anda tidak mesti terlahir sudah punya kemampuan melihat berbagai peluang dan mampu memvisualisasikan masa depan. Visi adalah suatu hal yang perlu dibentuk dan dipupuk, dan terus dikembangkan.
Namun tanpa sadar kita sering menghalangi, membatasi berkembangnya visi ini. Salah satunya adalah pengalaman masa lalu kita. Tanpa sadar kita sering mengukur masa depan kita didasarkan pada riwayat kesuksesan atau kegagalan kita di masa lalu. Kita akan jadi “korban” dari keterbatasan yang kita ciptakan sendiri. Ketika yakin kita tidak akan berhasil, sesungguhnya kita membuat batasan pada visi kita dan memenjarakannya dalam “kotak penjara” ciptaan pikiran kita.
Ya memang mungkin saja memang ada faktanya di masa lalu kita pernah atau bahkan sering menghadapi berbagai kegagalan, bahkan berkali-kali berulang-ulang. Tapi itu bukan berarti nasib masa depan kita seperti “sudah ditulis Tuhan” sebagai orang yang gagal.
Masa depan tak ada hubungannya dengan masa lalu, ujar motivator ulung Skipp Ross dalam salah satu Dynamic Living Seminar-nya. Kita tak perlu membuat garis proyeksi dari masa lalu ke masa yang akan datang. Masa lalu itu adalah history, sudah jadi bagian sejarah kita. Seperti apa masa depan kita sungguh hanya bergantung pada apa keputusan kita hari ini.
Syaratnya ya kita harus “belok”. Mengapa nasib kita hari ini sama dengan kemaren? Mengapa hasil pekerjaan bulan ini kita nggak jauh beda dengan bulan kemaren? Mengapa keuangan kita masih nggak naik-naik? Pasti kita belum “belok”!
Apakah kebiasaan-kebiasaan kita masih sama dengan bulan kemaren? Apakah cara kerja kita masih sama, nggak berubah-berubah? Apakah item-item yang kita lakukan sama saja setiap hari? Kalau ya, berarti memang kita belum “belok”.
“Bila kita ingin hasil yang berbeda, lakukanlah dengan cara yang berbeda.”
Bila kita sudah tahu bahwa jalan yang sedang kita tempuh adalah jalan menuju karawang, padahal kita mau ke bekasi, ya jangan teruskan berada di jalan itu. Beloklah! Ganti arah. Masukilah jalan ke bekasi. Kalau kita nggak belok, ya Anda tahu sendiri jawabannya, kemana kita akan sampai.
Bila kita tahu kebiasaan-kebiasan masa lalu kita membuat “kita hari ini” jadi begini, menjadi orang yang bahkan “kita pun membencinya” …. ya berubahlah! Ubahlah satu atau dua kebiasaan lama kita. Pasti “diri kita di masa nanti” tidak akan sama dengan “diri kita hari ini”.
Terpengaruh komentar orang lain
Selain itu rintangan yang juga pada membatasi visi kita adalah “tekanan-tekanan” orang lain, komentar orang lain, “nasehat” orang lain atau pengalaman orang lain .
Ada satu cerita seorang ayah dan anaknya suatu hari membawa seekor keledai mereka ke pasar membeli makanan.
Sang ayah duduk dipanggung keledai dan anaknya berjalan kaki. Dalam perjalanan , orang-orang yang mereka lalui berkata, “Kasihan sekali anak itu. Ia harus berjalan kaki, sementara ayahnya yang bertubuh besar dan kuat enak saja mengendarai keledai.“
Maka sang ayah turun dari punggung keledai dan menyuruh anaknya yang menunggangi. Lalu orang-orang berkata, “Benar-benar tidak ada rasa rasa hormat pada orang tua. Ayahnya berjalan kaki sedangkan si anak enak saja mengendarai keledai.“
Mendengar itu, lalu mereka kedua-duanya duduk di punggung keledai tadi. Dan orang-orang pun berkata, “ Betapa kejamnya! Dua orang sekaligus mengendarai seekor keledai”.
Maka mereka berdua pun turun dari punggung keledai itu dan berjalan bersama. Lalu diperjalan orang-orang pun komentar, “Alangkah bodohnya mereka! Mereka berdua berjalan kaki, sedang keledai mereka yang sehat dan tidak membawa barang apapun tidak dipergunakan.”
Akhirnya mereka tiba terlambat di pasar. Ketika sampai disana semua orang heran melihat seorang pria dan anaknya sedang menggotong seekor keledai!
Sama halnya seperti kedua orang dan keledainya itu, kita pun bisa menjadi terlalu memperhatikan tekanan dan komentar orang lain sehingga kita lupa arah dan tujuan kita yang sebenaranya . Urusan yang sepele serta olok-olok yang tak berarti dapat memenuhi pikiran kita sehingga tak ada lagi tempat yang tersedia untuk visi dalam benak kita. Jangan biarkan hal ini terjadi pada diri kita .
Masalah yang bertubi-tubi
Hal lain yang juga bisa membuat hidup dan visi kita terasa sempit ialah masalah-masalah yang datang bertubi-tubi pada kita. Entah itu masalah fisik kita yang cacat, keluarga kita yang berantakan, bisnis kita yang tak keruan, atau apapun juga. Berbagai masalah itu memang begitu kuat ‘menarik’cita-cita kita melorot turun ke bawah.
Disinilah bedanya orang-orang sukses dengan orang-orang gagal sebenarnya. “Mereka punya masalah yang sama, kesulitan yang sama, tekanan dan rintangan yang datang pun sama-sama stres menghadapinya. Namun inilah bedanya, mereka yang sukses mampu mengatasi dan mengalahkannya, sedang mereka yang gagal sebaliknya. Memang mereka tak mau dan akhirnya (terbukti dengan otomatis) tak berhasil mengatasinya
Orang-orang sukses selalu fokus pada solusi. Ia pikirkan apa dan bagaimana jalan keluar dari masalah. Sedang orang-orang gagal selalu terfokus pada masalahnya. Ia pasti lebih sering berkeluh kesah pada masalahnya, menggerutu, memaki keadaan, menyalahkan situasi.
Seperti pada masa sekarang ini, begitu banyak orang yang berkeluh kesah. Sedikit sekali orang yang lebih fokus pada solusi. Mereka yang sukses siap menerima situasi yang paling jelek sekalipun, lalu ia berpikir keras dan berjuang bagaimana menemukan solusi . Ia akan terus mencari peluang.
Karena itu beranikan diri untuk terus bercita-cita tinggi. Lindungi dan jaga impian jangan sampai terkubur oleh situasi. Tak perlu pedulikan datangnya rintangan berupa masalah, keadaan maupun kondisi yang tak diinginkan.
Sejarah membuktikan banyak orang besar yang bisa meraih sukses meski banyak masalah yang juga mereka hadapi. Contohnya adalah Demosthenes, seorang ahli pidato terbesar pada jamannya, yang ternyata penderita penyakit gagap. Saat pertama kali pidato di depan umum, ia ditertawakan. Namun ia memiliki visi untuk menjadi orator besar. Konon kabarnya ia sampai mau memasukkan beberapa butir kerikil ke dalam mulutnya dan berlatih pidato di tepi pantai sambil melawan kerasnya debur ombak.
Begitulah orang-orang sukses. Keadaan apapun tak mampu menahan visinya. Setiap orang memiliki masalah, beberapa diantaranya merupakan kekurangan yang terbawa sejak lahir, sedangkan yang lainnya adalah masalah-masalah yang kita ciptakan sendiri.
Jadi, apapun masalah yang dihadapi, jangan biarkan visi anda ke masa depan jadi terhalangi. Miliki visi, dan jangan lupa menuliskannya. Gantungkan tulisan tentang visi anda itu di tempat-tempat yang sering terlihat mata anda. Ingatkan terus “otak” anda dengan visi itu. Insyallah hidup kita akan bergerak kesana.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum (komunitas), sampai mereka (bisa) mengubah apa-apa yang ada pada diri/jiwa mereka sendiri (sikap,cara, visi, pikiran, kebiasaan, dll).” (QS. Ar Ra’d :11)
Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?” Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.
Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu berguman : ” Aku tidak mengerti.”
Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : “Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki.” Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.
Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya :”Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?”
Ibunya menjawab: “Anakku, jika seorang Laki-laki yang benarbenar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.”Hanya itu jawaban Sang Bunda. Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran.
Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.
“Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. “
“Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. “
“Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. “
“Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya.”
“Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. “
“Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara.”
“Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan & menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. & bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi.” “Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia dan BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. “
“Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia & Akhirat.”
Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut & berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayanya. ” AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH.”
Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah… “.
NB: Berbahagialah yang masih memiliki Ayah,Dan lakukanlah yang terbaik untuknya