Showing posts with label teknik belajar. Show all posts
Showing posts with label teknik belajar. Show all posts

Monday, October 5, 2009

"Cara belajar di perguruan tinggi"

Seorang pelajar menatap dengan senang lembaran jadwal kuliahnya yang baru. Kini ia seorang mahasiswa. Kini ia tak perlu lagi datang ke sekolah setiap hari dengan jadwal yang selalu sama dan bangun pada jam yang sama setiap pagi. Tentu ia sangat senang. Ia akan punya banyak waktu dan kebebasan untuk mengatur jadwalnya sendiri. Apakah cara belajarnya akan sama ketika ia masih di SMP dan SMA dulu?. Tentu tidak! Karena seorang mahasiswa adalah seorang murid yang hebat, ia mampu mengatur jadwal belajarnya sendiri tanpa perlu diingatkan lagi oleh orang tua dan gurunya.

Apa hal pertama yang sebaiknya dilakukan saat menginjak bangku kuliah?. Mengerti dan memahami peraturan-peraturan yang berlaku di universitas, jurusan, kelas, lingkungan dan lain sebagainya. Mengerti dan memahami jadwal kuliah, jadwal praktikum, cara mengumpulkan tugas, cara membayar uang sekolah, cara mendaftar mata kuliah, bahkan cara meminjam dan mengembalikan buku di perpustakaan. Kenali lingkungan dan kelas. Tempat, bangunan, gedung, musholla, toilet, kantin dan lain sebagainya.

Tahap selanjutnya adalah bersiap untuk belajar. Menyiapkan sarana dan prasarana untuk belajar seperti buku cetak, buku catatan, pena, kertas-kertas, jadwal kuliah, perlengkapan belajar hingga mempersiapkan diri untuk belajar seperti menjaga kesehatan dan mengatur waktu beristirahat dan bermain dengan baik.

Kemudian tentunya mencoba mengikuti perkuliahan dengan baik. Datang tepat waktu dan menulis catatan dengan baik. Agar berguna kelak di kemudian hari dan terbaca saat menjelang ujian tiba !.

Suasana akademis saat SMA dan di perguruan tinggi jelas berbeda, karena itu dikutip dari catatan Prof.Dr.Sikun Pribadi, berikut adalah poin-poin dalam hal belajar yang baik:

1.Apakah Saudara efisien dalam studi? – dalam hal ini berarti baik, efektif dan teratur dalam mengatur waktu baik belajar, bermain, beristirahat dan mengikuti perkuliahan.
2.Bagaimana catatan Saudara? – dalam hal ini berarti apakah catatannya tercatat dan tertulis dengan rapi dan teratur atau berserakan dan tersebar dimana-mana?
3.Dapatkah Saudara membaca? – tentunya bukan sebuah pertanyaan gila, maksudnya adalah bagaimana kecepatan membacanya, mengertikah apa yang dibaca, tahukah mana bagian yang penting dan tidak dan lain sebagainya.
4.Bagaimana persiapan Saudara? – dalam hal ini maksudnya sebagai seorang pelajar tentunya gemar mengulang pelajaran, mempersiapkan bahan-bahan sebelum kelas dimulai, rajin belajar dan membaca bahan kuliah.
5.Apakah Saudara memiliki ketrampilan? – dalam dunia akademik perguruan tinggi, seorang pelajar dituntut untuk memiliki ketrampilan membaca cepat, membuat catatan cepat, menguasai bahasa Inggris dan tentunya komputer.

Karena itu, tidak semata-mata seseorang menginjak bangku kuliah lantas bermalas-malasan cukup dengan bersenang-bersenang atau sekedar titip absen saat kuliah. Seorang mahasiswa merupakan lambang kemajuan berpikir dan bahkan tercatat sebagai salah satu penggerak dalam sejarah kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Karena itu, ubahlah pola pikir selama masa SMA.

Selamat datang di dunia pendidikan Perguruan Tinggi. Selamat berjuang.

Ditulis oleh
Cynantia Rachmijati,S.Ds,Grad.Dip.Journ

Sumber:
“Cara Belajar yang baik”. Oleh Dr.Ir.Zainal Abidin, cetakan tahun 1996
“Metodologi Belajar di Perguruan Tinggi”, oleh Prof.Dr.Sikun Pribadi, cetakan tahun 1973

sumber: http://www.stkippasundan.ac.id/articles.php?article_id=155

Mendengar Aktif


Aktif, mendengar efektif, merupakan kebiasaan, sebagaimana dasar komunikasi aktif.Tujuan mendengar aktif terpusat pada siapa yang Anda dengarkan, meskipun di dalam kelompok atau perorangan, dengan tujuan untuk mengerti apa yang ia katakan. Sebagai pendengar, Anda kemudian harus mungkin mengulang kembali dengan kata-kata Anda sendiri apa yang mereka katakan tentang kepuasan mereka. Ini tidak berarti Anda setuju, tetapi cenderung pada, mengerti apa yang mereka katakan.

Apa yang mempengaruhi ketika mendengar?

Apa yang Anda pikirkan tentang suatu pokok pikiran?
Apakah ini baru atau Anda mempunyai banyak pengalaman tentang itu?
Apakah sulit dimengerti atau sederhana?
Apakah penting untuk Anda atau hanya suatu lelucon?

Apakah pembicara berpengalaman atau gelisah?
Apa isyarat yang digunakan pembicara?
Apa kerangka pikirannya?
Bagaimana minat, ancaman, kecerdasan, dan seterusnya, dan seterusnya.?

Apakah pesan diilustrasikan
secara visual atau dengan contoh
?
Apakah teknologi dígunakan secara efektif (berdaya guna)?
Apakah konsep-konsep dikenalkan secara bertahap, atau dengan contoh?

Apakah ruang cukup mendukung untuk mendengar?
atau untuk berinteraksi atau bertukar pikiran dengan pembicara?
Apakah ada gangguan yang dapat dihindarkan?


Gambaran berikut adalah faktor-faktor eksternal.
Sekarang : bagaimana tentang Anda, sebagai pusat, pendengar? Siapkan diri dengan sikap yang positif.

  • Konsentrasikan perhatian Anda pada subyek.
    Berhenti dengan kegiatan yang tidak ada hubungannya sebelum berorientasi dengan diri Anda pada pembicara atau topik (pokok persoalan).
  • Pertimbangkan secara mental apa yang Anda sudah ketahui tentang subyek..
    Aturlah berdasarkan materi terdahulu dalam kaitan dengan pengembangan selanjutnya.
    (pelajaran-pelajaran sebelumnya, program televisi, artikel surat kabar, web sites, pengalaman hidup yang nyata sebelumnya, dan seterusnya)
  • Menghindarkan Gangguan
    Tempatkan diri Anda secara tepat dekat dengan pembicara.
    Menghindarkan gangguan dari ( sebuah jendela, tetangga yang cerewet, ribut, dan seterusnya).
  • Mengakui keadaan suatu emosi
    Menangguhkan emosi sampai nanti, atau berpartisipasi secara pasif kecuali kalau Anda dapat mengendalikan emosi.
  • Kesampingkan prasangka Anda, pendapat Anda.
    Anda sekarang belajar apa yang dikatakan pembicara , tidak cara lain di sekitar.

Mendengar secara aktif

  • Menjadi arah lain; berkonsentrasi pada komunikasi dengan orang
    Ikuti dan pahami pembicara sebagaimana kalau Anda berjalan dengan sepatu mereka.
  • Dengar dengan telinga Anda tetapi juga dengan mata dan pengertian lain.
  • Hati-hati: menjawab secara lisan bagian-bagian di dalam pembicaraan.
    Biarkan argumentasi atau presentasi berlangsung sesuai dengan pelajaran.
    Jangan Anda menyatakan setuju atau tidak, tetapi mendorong melatih pikiran.
  • Melibatkan:
    Secara aktif menanggapi mengarahkan pertanyaan
    Gunakan posisi tubuh Anda ( misalnya, bersandar ke depan) dan perhatian pada dorongan dan tanda yang menarik dari pembicara.

Kegiatan Berikutnya

Satu lawan satu

Di dalam kelompok/penonton


Berikan si pembicara waktu
dan ruang istirahat sesudah berbicara

Nyatakan pemahaman sebagai bagian membangun kepercayaan dan dorongan di dalam dialog

Periksa kalau Anda sudah mengerti

  • Nyatakan kembali
    kata kunci untuk memastikan pengertian Anda & buatlah dialog
  • Ringkasan
    kata kunci untuk memastikan pengertian Anda & buatlah dialog
  • Bertanya (tanpa ancaman)
    pertanyaan-pertanyaan membangun pengertian

Dialog lanjutan:

  • Refleksikan melalui pengalaman Anda
    demonstrasikan minat Anda (umpan balik)
  • Menerjemahkan
    sesudah Anda merasa memahami isi
  • Terapkan apa yang Anda pelajari ke dalam situasi baru

Berikan si pembicara ruang untuk menyusun
kembali tanya jawab sesudah berbicara

Selama tanya & jawab

Kalau mengajukan sebuah pertanyaan

  • Nyatakan pemahaman secepatnya
  • Ringkasan singkat suatu pokok pikiran awal
  • Tanyakan pertanyaan yang relevan

Kalau membuat pokok pikiran

  • Nyatakan pemahaman secara cepat
  • Nyatakan kembali secara singkat ide yang relevan sebagai
    bahan presentasi
  • Nyatakan ide Anda, interpretasi, dan refleksi
  • Mengundang reaksi

Kembangkan lebih lanjut

  • Dapatkan informasi untuk acuan berikutnya
  • Mengundang teman-teman/rekan kerja/dan seterusnya.
    untuk diskusi sesudahnya
  • Tuliskan ringkasan dengan pertanyaan untuk pengulangan nanti.

Web site “Pedoman dan Strategi Belajar| Study Guides and Strategies ini dibuat dan direkayasa oleh Joe Landsberger sebagai layanan umum kependidikan. Panduan (pelajar) ini direkayasa secara kolaboratif melalui kelembagaan dan ikatan secara nasional, dan revisi terakhir 2007-12-06.

Bekerja dan Belajar Bersama


Bekerja atau belajar bersama adalah suatu proses kelompok yang disokong oleh anggota-anggota kelompok , di mana ada ketergantungan satu dengan yang lain untuk mencapai suatu tujuan yang disepakati. Ruang kelas adalah tempat yang baik sekali untuk membangun kemahiran kelompok yang Anda butuhkan kemudian di dalam kehidupan.

Bekerja/belajar bersama adalah pergaulan antar anggota kelompok, Anda :

  • Membangun dan memberikan pendapat untuk suatu tujuan yang sehat
  • Menambah pengertian Anda tentang suatu masalah:
    pertanyaan-pertanyaan, wawasan dan penyelesaian
  • Menanggapi, dan bekerja untuk mengerti pertanyaan-pertanyaan yang lain, wawasan, dan penyelesaian.
    Setiap anggota kelompok berwenang berbicara kepada yang lain dan menyumbangkan dan mempertimbangkan sumbangan pikiran mereka.
  • Bertanggung jawab terhadap yang lain, dan mereka bertanggung jawab terhadap Anda.
  • Tergantung satu dengan yang lain, dan mereka tergantung pada Anda.

Bagaimana membentuk suatu kelompok belajar yang baik?

  • Kegiatan kelompok dimulai dengan latihan, dan proses pengertian kelompok.
    Seorang pengajar/pelatih memulai kegiatan dengan fasilitas diskusi dan alternatif (pilihan) usulan, tetapi tidak menentukan penyelesaian terhadap kelompok, khususnya mereka yang sulit bekerja dengan kelompok.
  • Tiga hingga lima orang
    Kelompok yang besar menimbulkan kesulitan untuk mempertahankan keterlibatan masing-masing.
  • Pengajar- tugas kelompok
    Fungsi tugas kelompok lebih baik daripada tugas mandiri
  • Keragaman tingkat kemahiran, latar belakang, dan pengalaman
    • Setiap individu memperkuat kelompok
    • Setiap anggota kelompok bertanggung jawab bukan saja terhadap sumbangan pikirannya, melainkan juga membantu pengertian yang lain tentang sumber kekuatan mereka
    • Anggota yang tidak beruntung dan tidak suka terhadap kebersamaan akan menyumbangkan dorongan wewenang yang proaktif.
    • Belajar secara positif dipengaruhi oleh keragaman pandangan dan pengalaman, meningkatkan pilihan di dalam pemecahan masalah, memperluas jarak pertimbangan secara rinci.

  • Kesepakatan setiap anggota untuk mencapai tujuan dapat ditentukankan dan dimengerti oleh kelompok
    • Penilaian pasangan secara rahasia adalah cara terbaik untuk menaksir siapa yang terlibat atau yang tidak menyumbangkan pikiran.
    • Kelompok berhak untuk mengeluarkan anggota yang tidak bekerja sama atau tidak berpartisipasi, apabila semua usaha perbaikan gagal.
      (Orang yang dikeluarkan kemudian mencari kelompok yang lain yang menerimanya)
    • Individu-individu dapat terhindar kalau mereka yakin mereka melakukan lebih banyak dengan sedikit bantuan dari yang lain.
      (Orang ini dapat sering lebih mudah menemukan kelompok lain yang menerima sumbangan pikirannya)
  • Membagi prinsip-prinsip tanggung jawab, ditentukan dan disetujui oleh setiap anggota kelompok.
  • Semua ini termasuk:
  1. Adanya kesepakatan, persiapan dan tepat waktu untuk pertemuan
  2. Ada diskusi dan pemusatan perdebatan terhadap pokok persoalan, menghindari kritik perorangan
  3. Bertanggung jawab membagi tugas dan melaksanakannya tepat waktu.
    Anda mungkin perlu melaksanakan tugas-tugas dengan memiliki sedikit pengalaman, merasa tidak siap, atau bahkan berpikir yang lain dapat melakukan yang terbaik. Menerima tantangan, tetapi bersenanglah dengan keadaan bahwa Anda membutuhkan bantuan, latihan, pembimbing, atau berhenti dan mengerjakan tugas yang lain.

Proses:

  • Mengacu pada Penuntun (Pedoman) Proyek Kelompok
  • Susun tujuan, tetapkan bagaimana sering dan apa yang akan Anda komunikasikan, kemajuan penilaian, membuat keputusan, dan memecahkan konflik (pertikaian)
  • Menetapkan sumber, khususnya seseorang yang dapat menyiapkan petunjuk, pengawasan, nasehat, dan bahkan penengah.
  • Jadwal tinjauan kemajuan Anda dan komunikasi untuk mendiskusikan apa yang dikerjakan dan apa yang tidak dikerjakan.
  • Kelompok �kelompok yang bermasalah seharusnya diundang atau perlu dipertemukan dengan instruktur untuk mendiskusikan kemungkinan penyelesaian.

* "Belajar Bersama" sering digunakan di dalam pendidikan K-12, and "Belajar Bekerja Sama� di pendidikan tinggi

Lihat juga: "Cooperative learning in technical courses: nb tata cara,kesukaran, dan pembayaran", Richard M. Felder, North Carolina State University & Rebecca Brent, East Carolina University

sumber: http://www.studygs.net/indon/cooplearn.htm


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com and Ford Cars. Powered by Blogger